Selasa, 24 Desember 2013

PELINDUNG KEGELAPAN

Semasa kecilku Ibu selalu berkisah tentang hantu perempuan yang menghuni loteng rumah kami. Dulu aku ketakutan setengah mati sehingga kusembunyikan kepalaku di balik bantal bila malam tiba. Meski begitu, tidak ada yang lebih menggelitik fantasiku selain cerita misteri.

Aku selalu menganggap diriku detektif cilik dengan rasa ingin tahu berlebih. Malam hari yang kerap diwarnai bunyi-bunyian gaduh dari arah loteng mengundang jiwa penyelidikku. Sebenarnya bunyi itu hanyalah tikus yang berlari-larian, namun masa kecil membuka ruang imajinasi tak berujung. Aku berkhayal di sana ada harta karun tersembunyi dalam peti. Untuk membukanya kita harus terlebih dahulu melawan penjaganya, yakni seekor laba-laba raksasa yang membungkus tubuh korbannya dengan jaring sebelum menyantapnya. Ruangan itu begitu gelap, namun begitu menyalakan lilin kau akan melihat mayat-mayat manusia tergantung kaku.

Siang dan malam kucoba mengintip loteng rumahku, namun Ibu selalu menguncinya. Aku senantiasa berharap, saat kutempelkan telingaku di pintu loteng yang tertutup, aku akan mendengar teriakan seorang anak. Ia adalah putri perompak yang disekap musuh-musuh ayahnya. Jika anak itu kutemukan, ia akan menunjukkan padaku rahasia harta karun terbesar abad ini.

Rupanya daya khayalku yang terlalu tinggi membuatku tak bergairah melakukan apa pun selain memikirkan rahasia di balik pintu itu. Kalaupun kucoretkan krayon pada buku gambarku, yang kugambar adalah loteng kelam dengan harta karun bersinar-sinar di dalamnya. Di lain waktu, kugambar ular raksasa yang melingkar-lingkar dan siap menerkam mangsanya. Berbagai versi isi loteng itu telah kureka, sampai akhirnya ibuku bercerita tentang apa yang menurutnya benar ada di dalamnya.

Ia, rahasia terbesar loteng rumahku, adalah hantu perempuan berambut panjang terurai yang selalu duduk di depan alat pemintal. Wajahnya penuh guratan merah kecokelatan, seperti luka yang mengering setelah dicakar habis-habisan oleh macan. Bola matanya berwarna merah seperti kobaran api. Bila ia membuka mulutnya, kau akan melihat taring-taring yang panjang. Ia begitu khusyuk di depan pemintal itu karena ia tengah membuat selimut untuk kekasihnya. Ia telah jatuh cinta pada seorang laki-laki, manusia biasa yang suka berburu di tengah hutan.

Hantu itu mampu berubah wujud di siang hari, saat ia ingin berbaur dengan manusia. Ia bisa menjadi apa saja dari perempuan, laki-laki, anak kecil, sampai seorang tua renta. Tatkala melihat si pemburu, hantu perempuan itu mengubah wujudnya menjadi seorang gadis jelita. Lelaki itu terpesona. Mereka lantas bertemu di padang ilalang keemasan demi sekadar berbagi cerita. Lelaki itu tak tahu bahwa setiap kali si perempuan hadir, burung-burung beterbangan tak tentu arah; siput dan binatang-binatang kecil mulai gelisah. Dibandingkan manusia, indera binatang memang lebih terasah.

Suatu hari, lelaki itu pamit untuk pergi beberapa lama. Ia ingin menjelajahi hutan di seluruh pelosok negeri demi mencari singa berbulu emas. Singa itu, konon, merupakan harta tak ternilai yang menjadikan pemiliknya kaya raya. Hantu perempuan sedih tak terkira, tapi ia tahu dengan berat hati harus direlakannya sang kekasih. Sebelum si lelaki memulai petualangannya, mereka berjanji bertemu di hutan.

Sore itu cahaya matahari mirip neon yang meredup. Lelaki pemburu bersandar di bawah pohon bersama kekasihnya, bicara tentang mimpi-mimpi indah yang akan terwujud setelah pencarian singa berbulu emas itu berakhir. Mari jadi istriku dan hiduplah kita di tepi sungai. Rumah kita kecil, tapi setiap saat terdengar gemercik air dan derai tawa anak-anak. Si hantu perempuan begitu terbuai mendengarnya. Ia tidak menyadari bahwa malam mulai mengancam. Pohon-pohon kekar menghitam dipagut awan gelap. Anjing-anjing mulai melolong, menyadari adanya makhluk gaib yang menegakkan bulu kuduk. Dari peraduannya, bulan purnama merayap naik tanpa suara.

Hantu malang itu lupa kalau hanya di siang hari ia bisa berubah rupa. Malam telah menanggalkan topengnya, dan sinar bulan menyinari wajah telanjangnya. Laki-laki kekasihnya sekonyong-konyong berteriak. Perempuan cantik yang dikenalnya telah berubah menjadi makhluk buruk rupa yang begitu mengerikan. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan rasa takut laki-laki itu. Ia lari terbirit-birit meninggalkan hantu perempuan itu sendirian.

“Untunglah laki-laki itu berhasil menyelamatkan diri!” aku berseru sambil mendekap bantalku, takut bercampur lega.

“Kau belum tahu apa yang terjadi pada hantu perempuan,” sela ibuku.

“Pentingkah?”

“Hei! Dia tokoh utama kita!”

O, ya, ya, kuanggukkan kepalaku. Kita memang sering kehilangan fokus dengan meniadakan hal-hal yang kita anggap tak penting.

Kata ibuku, hantu perempuan itu terpukul sekali. Sebelum ia sempat mengungkapkan siapa dirinya, kekasihnya sudah lari menjauh. Sungguh-sungguh ia murka. Ia terbang dari rumah ke rumah, membuat gaduh, mengganggu ketenangan manusia. Bayi menangis kala merasakan kehadirannya dan para pemuka agama sibuk berkomat-kamit mengusirnya. Tetapi, suatu hari hantu itu sadar bahwa dengan merusak ia tetap tidak mampu mematikan rasa cintanya pada si pemburu. Ia ingat, kekasihnya tidak punya pakaian yang cukup selama perjalanan panjang itu. Tak ada selimut tebal yang akan melindunginya jika ia kedinginan di hutan. Hantu perempuan itu pun memilih sebuah tempat persembunyian yang gelap untuk membuat selimut bagi kekasihnya. Ya, di loteng rumah kami lah ia bekerja dengan alat pemintal selama beribu-ribu malam.

“Dan ia masih melakukannya sekarang?”

Pekerjaan itu, kata ibuku, tak pernah selesai. Karena si hantu perempuan tidak menggunakan benang untuk selimutnya. Ia memintal kegelapan.

Aku berhenti memikirkan si Pemintal Kegelapan ketika Ibu bercerai dengan Ayah. Sejak usiaku menginjak 13 tahun, aku tinggal berdua saja dengan Ibu. Ia masih bercerita, namun entah mengapa, ceritanya mulai terasa hambar. Perkiraanku, ibuku mulai bosan mendongeng. Matanya kosong. Ceritanya tidak berenergi. Tidak seperti ketika ayahku masih tinggal bersama kami, kini Ibu terlihat kelelahan karena sering pulang larut malam.

Ibuku berupaya membuat kehidupan kami tetap seperti semula. Ia tetap mengantarku sekolah, menyiapkan sarapan, meneleponku dari kantornya di siang hari, dan mencium pipiku sebelum tidur. Ia selalu bersikap manis, tapi seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, ia kehilangan greget. Ketika aku beranjak remaja, aku mulai jenuh dengan sepinya suasana rumah dan lebih suka pergi bersama teman-teman sekolahku. Frekuensi pertemuanku dengan Ibu pun semakin jarang, tapi ia tetap melakukan segalanya: mengantar sekolah, menyiapkan makanan, menelepon, mencium.

Ketika usiaku 16 tahun, Ibu mulai memiliki kekasih. Seorang laki-laki tinggi besar sering datang ke rumahku. Aku memanggilnya Om Ferry. Aku menyukainya karena ia selalu bercerita tentang petualangannya di luar negeri. Namun, beberapa bulan kemudian ada laki-laki lain. Om Riza. Setelah itu, laki-laki berbeda datang silih berganti hingga aku tidak bisa mengingat nama mereka semua. Seorang tetangga sempat bertanya saat aku menyiram bunga di pekarangan, “Yang mana yang akan jadi ayah barumu?” Terlalu banyak laki-laki yang singgah di rumah, dan ini menyebabkan timbulnya gosip-gosip yang memerahkan telinga.

“Sebetulnya apa kerja ibumu?” tanya Nina, anak tetangga di depan rumahku.

Aku mengangkat bahu. Ibuku membuat sarapan pagi dan mencium pipiku di malam hari. Haruskah aku tahu lebih banyak jika itu sudah cukup bagiku?

“Ibuku bilang ada yang disembunyikan ibumu,” kata Nina, setengah berbisik. “Apa ibumu benar-benar bisa menghidupimu hanya dengan bekerja di kantor?”

Gunjingan tetangga semakin ramai. Ibu dituduh memanfaatkan pacar-pacarnya dengan menguras saku mereka. Sebagian lagi meragukan kalau Ibu benar-benar berpacaran. Ada pula yang menyebar berita bahwa Ibu menggelapkan uang kantor. Inti dari semua tudingan itu adalah bahwa ibuku memiliki posisi yang membahayakan sebagai seorang janda. Semuanya berseliweran di kepalaku, namun tak satu hal pun yang berani kutanyakan pada Ibu.

Semakin bertambah usiaku, semakin kuyakin bahwa ibuku memang menyimpan sesuatu. Kusadari bahwa sejak lama ia sering bersikap aneh. Aku ingat pernah terbangun suatu malam ketika ayah dan ibuku bertengkar dan saling melempar kata-kata kasar yang tidak seharusnya terucap. Keesokan harinya, Ibu membuatkanku roti isi selai stroberi dan susu cokelat sambil bersenandung riang. Suaranya seindah kicau burung kenari.

Di hari Minggu, aku pernah mendengar Ibu memecahkan piring sambil berteriak di dapur. Menurut Ibu, kala mencuci, tangannya terlalu licin sehingga piring itu terlepas dari genggamannya. Menurutku tidak. Aku yakin ia sengaja memecahkannya. Tapi setelah itu Ibu langsung menutup kasus dengan mengajakku nonton bioskop.

Sesekali aku juga mendengar suara ganjil dari kamarnya. Suatu ketika, malam yang lengang dikejutkan oleh teriakan bercampur tangis penuh amarah. Aku keluar dari kamarku dan bergegas menghampiri kamar Ibu. Kuketuk kamarnya. Setelah sekian lama menunggu, barulah ia membuka pintu. Katanya aku telah mengganggu tidur lelapnya. Ia menuduhku berkhayal mendengar teriakan seseorang.

“Kau hanya bermimpi buruk,” tukasnya.

Padahal, aku yakin sekali suara Ibu-lah yang kudengar.

Kekasih-kekasih ibu sekaligus gosip panas yang menyertainya menghilang bersama waktu yang terkikis. Ibuku akhirnya pensiun dan giliranku membiayai hidup kami karena aku sudah bekerja. Kami sering pergi bersama di akhir pekan, tetapi aku tahu ada misteri dalam dirinya yang tidak pernah dapat kubongkar. Ia selalu menyimpan sesuatu, termasuk tentang penyakit yang ternyata sudah lama menggerogoti tubuhnya.

Ia mengidap kanker leher rahim. Ibuku pergi ke dokter diam-diam dengan uang tabungannya. Ketika aku mulai curiga, ia katakan bahwa masalahnya hanya kista yang baru tumbuh, bukan kanker ganas. Aku tidak tahu harus marah atau sedih. Kucoba untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. Aku ingin membuatnya bahagia. Entah bagaimana caranya, karena kurasa aku tak pernah benar-benar mengenal Ibu.

Suatu hari ia berkata waktunya tak akan lama lagi. Tanpa mendengar protesku, ia menggandeng tanganku, “Aku ingin menunjukkanmu sesuatu.”

Ia mengajakku ke loteng. Ya, loteng yang dulu luar biasa menarik. Aku sudah melupakannya, seperti aku lupa wajah Ibu semasa ia menjadi tukang cerita nomor satu.

Begitu pintu terbuka setelah Ibu memutar kuncinya, aku melihat pemandangan yang cukup mengecewakan. Loteng itu berbau apek, penuh debu, dan sarang laba-laba. Di dalamnya ada satu set sofa kuno yang suram dan dimakan rayap. Gelap dan sesak, tapi tak ada harta karun atau ular raksasa.

Tanpa menghiraukan wajahku yang penuh keengganan, Ibu menuntunku menuju sebuah cermin. Ia berdiri tepat di depan cermin itu, lalu menunjuk bayangan di dalamnya.

Ia berujar pasti, “Lihatlah. Itulah Pemintal Kegelapan.”

Aku melongo, sama sekali tidak mengira Ibu mengatakannya. Pemintal Kegelapan hanya percikan masa kecil yang telah kubuang jauh dan kukira telah Ibu lupakan. Namun demi menghormati Ibu, kulihat sekilas pantulan di cermin itu. Bayangan Ibu. Tentu saja.

“Ayo, lihat sekali lagi!” desak Ibu.

Kutajamkan penglihatanku. Kubawa ingatanku pada masa-masa kami masih menikmati misteri loteng itu, mengucapkan selamat datang pada imajinasi liar tanpa batas dan malam-malam meringkuk di balik selimut. Tiba-tiba kusadari aku tengah merinding. Aku memang melihat Ibu. Ya, perempuan itu. Rambutnya terurai, wajahnya penuh guratan pedih, matanya nyalang seperti bola api yang menari-nari melumatkan siapa pun yang menatap. Hantu perempuan yang memendam cinta, rindu, sakit, nafsu, amarah-memintal gairah pekat tanpa henti, tanpa selesai.

Ibu telah jujur pada akhirnya. Tak ada misteri, tak ada teka-teki.

Ibuku Pelindung Kegelapan.

Minggu, 15 Desember 2013

KERANGKA KARANGAN

Kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan. Kerangka karngan yang belum final di sebut outline sementara sedangkan kerangka karangan yang sudah tersusun rapid an lengkap di sebut outline final.

Sebelum membuat kerangka karangan perlu kita susun selangkah agar tujuan awal kita dalam menulis tidak hilang atau melebar di tengah jalan.karangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur.kerangka belum tentu sama dengan daftar isi,atau uraian per bab.Kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.

1. manfaat kerangka karangan

a.kerangka karangan akan mempermudah pengarang menuliskan karangannya,dan dapat mencegah pengarang mengolah suatu ide sampai 2 kali,serta mencegah pengarang keluar dari sasaran yang telah di tetapkan.

b.kerangka karangan akan membantu pengarang mengatur atau menempatkan klimaks yang berbeda-beda di dalam karangannya.

c.bila kerangka karangan telah tersusun rapi,berarti separuh karangan sudah “selesai” karena semua ide sudah dikumpul,dirinci dan diruntun dengan teratur.pengarang tinggal menyusun kalimat-kalimat saja untuk “membunyikan” ide dan gagasannya.

d.kerangka karangan merupakan miniatur dari keseluruhan karangan.melalui kerangka karangan ,pembaca dapat melihat intisari ide serta struktur suatu karangan.

2. macam dan bentuk kerangka karangan

Kerangka karangan ada dua macam:

~ kerangka topic

kerangka topic terdiri atas kata,frasa,atau klausa yang di dahului

tanda-tanda atau kode tertentu yang lazim untuk menyatakan hubungan antara gagasan. Tanda baca akhir (titik)tidak di perlukan karena tidak di pakainya kalimat lengkap. Dan biasanya kerangka topic sering di gunakan dalam praktik pemakaian.

~kerangka kalimat

Kerangka kalimat bersifat resmi, berupa kalimat lengkap. Pemakaian kalimat lengkap menunjukan diperlukannya pemikiranyang lebih luas dari padayang dituntut dalam kerangka topic.

3. fungsi kerangka karangan:

Fungsi utama kerangka karangan adalah mengatur hubungan antara gagasan yang ada.Dan fungsi lain dari kerangka karangan sebagai berikut;

a. memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan

sistematis.

b. memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahannya

c. membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting

4. Pola penyusunan kerangka karangan

POLA ALAMIAH

Disebut pola alamiah karena memakai pendekatan berdasarkan factor alamiah yang esensial. Pola alamiah mengikuti keadaan alam yang berdimensi ruang dan waktu.  Urutan unit-unit dalam kerangka pola alamiah dapat di bagi menjadi 2,yaitu;

A)                Urutan Ruang

Urutan ruang dipakai untuk mendeskripsikan suatu tempat atau ruang. Umpamanya kantor, gedung, lokasi/wilayah tertentu.

-Contoh bagian karangan yang memakai urutan ruang.

Topic : Laporan Lokasi Banjior di Indonesia

Banjir di Pulau Jawa
Banjir di Pulau Tengah
Daerah Semarang
Daerah Pekalongan
Banjir di Jawa Barat
Daerah Ciamis
Daerah Garut
Banjir di …
B)                 Urutan Waktu

Urutan waktu di pakai untuk menerasikan (menceritakan) suatu peristiwa/kejadian,baik yang berdiri sendiri maupun yang merupakan rangkaian peristiwa.

-contoh kerangka karangan yang memakai urutan waktu

Topic : Riwayat Hidup Rabindranath Tagore

Jatidiri Rabindranath Tagore
Pendidikan Rabindranath Tagore
Karier Rabindranath Tagore
Akhir Hidup Rabindranath Tagore
Berdasarkan kerangka di atas dapat dibuat karangan singkat yang terdiri atas satu alenia; dapat diperluas menjadi empat alinea; dapat diperluas lagi menjadi empat bab; bahkan menjadi satu buku. Begitulah pentingnya membuat kerangka karangan sebelum mengarang.

POLA LOGIS

Dinamakan pola logis karna memakai pendekatan berdasarkan jalan pikir atau cara pikir manusia  yang selalu mengamati sesuatu berdasarkan logika.

Adapun macam-macam urutan logis adalah klimaks-antiklimaks,sebab-akibat, pemecahan masalah, dan umum-khusus. Dan di bawah ini sebagai contoh:

Contoh  1. (urutan klimaks)

Topik : Kejatuhan Soeharto

I.    Praktik KKN marajalela

II.   Keresahaan di dalam Masyarakat

III.  Kerusuhan Sosial di Mana-mana

IV.  Tuntutan Reformasi Menggema

Kejatuhan yang Tragis
Contoh 2 (Urutan Sebab-Akibat)

topik : pemukiman Tanah Tinggi Terbakar

Kebakaran di Tanah Tinggi
Penyebab Kebakaran
Kerugian yang Diderita Masyarakat dan Pemerintah
Rencana Rehabilitas Fisik
Contoh 3 (Ururtan Pemecahan Masalah)

Topik : Bahasa Ecstasy dan Upaya Mengatasinya

Apakah Ecstasy
Bahaya Ecstasy
Pengaruh Ecstasy terhadap Syaraf Pemakainnya

Pengaruh Ecstasy terhadap Masyarakat

Gangguan Kesehatan Masyarakat

Gangguan Kriminalitas

Upaya Mengatasi Bahaya Ecstasy
Kesimpulan dan Saran
Contoh 4 (Urutan Umum-Khusus)

Topik : Komunikasi Lisan

I. Komunikasi dan Bahasa

A. Bahasa Lisan

B. Bahasa Tulis

II. Komunikasi Lisan dan Perangkatnya

A. Kemampuan Kebahasaan

1. Olah Vokal

2. Volume dan Nada Suara

B. Kemampuan Akting

1. Mimik Muka

2. Gerakan Anggota Tubuh

III. Praktik Komunikasi Lisan …

Dst.

5. tahapan dalam menyusun kerangka karangan:

a. mencatat gagasan.Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran(diagram yang menjelaskan gagasan-gagasan yang timbul)

b. mengatur urutan gagasan.

c. memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan sub bab.

d. membuat kerangka yang terperinci dan lengkap.

6. tujuan membuat kerangka karangan:

a. agar karangan tidak menyimpang dari tema yang di tentukan.

b. agar pokok pikiran-pokok pikiran tersusun secara urut dan rapi.

c. agar tidak ada pokok pikiran yang kontradiktif dalam karangan.


7. 3 bagian kerangka karangan dalam menulis

Pada dasarnya kerangka karangan terdiri dari bagian pembukaan,isi,dan penutup.pada bagian pembukaan,dirumuskan secara ringkas latar belakang pentingnya suatu tema dibahas.bagian isi memuat point-point pokok pikiran yang akan di tulis,sedangkan pada bagian penutup berisi kesimpulan dan atau saran-saran.

a. pendahuluan

Bagian pendahuluan adalah  bagian yang menjelaskan tema yang akan diterangkan pada karya tulis tersebut secara padat,jelas dan ringkas kepada para pembaca.

b. puncak/klimaks

bagian klimaks adalah bagian di mana konflik cerita yang terjadi di antara tokoh-tokoh muncul. Kejadian dalam konflik biasa bermacam-macam bentuknya mulai dari yang ringan sampai yang rumit,dari yang sekali hingga yang berkali-kali dan lain sebagainya

c. penyelesaian

bagian penyelesaian adalah bagian yang berisi jawaban penyelesaian dari konfla gaya bahasa yang menarikk dalam cerita. Kesimpulan akhir cerita bisa berakhir bahagia dan bias pula berpikir tragis.

Tambahan

-Membuat Kararangan Karya Sastra yang Baik :

a. jelas dan padat bahasanya serta gaya bahasa yang menarik

b. judul cerita yang menarik untuk menarik perhatian

c. judul dengan isi tulisan harus sesuai dan nyambung

8.    Mengembangkan kerangka karangan

Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan terhadap materi yang hendak kita tulis, jika benar-benar memahami materi yang baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. Terbukti pula kekuatan bahan materi yang kita kumpulkan dalam menyediakan wawasan untuk mengembangkan karangan juga jangan sampai menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. Untuk itu pengembanganya harus sistematis, dan terarah. Alur pengembangan juga harus di susun secara teliti dan cermat. Semakin sistematis, logis dan relevan pada tema yang di tentukan, semakin berbobot pula tulisan yang dihasilkan.

Rabu, 13 November 2013

KALIMAT EFEKTIF

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Syarat-sayarat :

1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).

2. KESEJAJARAN
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.
Kalimat itu harus diubah :
1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

3. KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.

4. PENEKANAN
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
Contoh :
1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?
• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :
1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.

5. KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.

Contoh kalimat efektif :
1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.

http://s3fti.wordpress.com/2011/12/10/pengertian-syarat-syarat-dan-contoh-kalimat-efektif/

Senin, 11 November 2013

MY LIFE


"I Love My Life" mungkin itulah kutipan yang tepat untuk mewakili apa yang kusukai.
Saya cinta hidup ku, karena tidak ada batasan dan larangan apa yang harus saya lakukan atau perbuat. Mau jadi apa nanti, mau melakukan apa nanti, mau berbuat apa nanti, mau berkeluarga nanti, mau sudah tua nanti sampai akhirnya meninggalkan kehidupan ini. Semua pasti akan terekam dalam memori saya. Itu mengapa saya sangat menyukai hidup saya. Tetapi saya sudah berprinsip meski tidak ada larangan dan batasan dalam hidup saya, saya akan selalu membuat yang terbaik demi hidup saya dan orang yang terlibat dengan aktifitas hidup saya. :)

DIKSI

Diksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan Indonesia adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Diksi berarti merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Yang lebih umum, diksi digambarkan sebagai enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya, ditekankan pada pengucapan dan intonasinya. Diksi bukan hanya berarti pilih memilih kata tetapi juga digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya. Adapun fungsi dari diksi antara lain :

    Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.
    Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
    Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
    Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.

Diksi terdiri dari delapan elemen yaitu : fonem, silabel, konjungsi, hubungan, kata benda, kata kerja, infleksi, dan uterans.

B.  Syarat – syarat Pemilihan Kata
Agar menghasilkan cerita yang menarik, diksi atau pemilihan kata harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

    Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan.
    Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca.
    Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien.



Contoh paragraf :
1.   Hari ini Aku pergi ke pantai bersama dengan teman-temanku. Udara di sana sangat sejuk. Kami bermain bola air sampai tak terasa hari sudah sore. Kamipun pulang tak lama kemudian.
2.   Liburan kali ini Aku dan teman-temanku berencana untuk pergi ke pantai. Kami sangat senang ketika hari itu tiba. Begitu sampai disana kami sudah disambut oleh semilir angin yang tak heti-hentinya bertiup. Ombak yang berkejar-kejaran juga seolah tak mau kalah untuk menyambut kedatangan kami. Kami menghabiskan waktu sepanjang hari di sana. Kami pulang dengan hati senang.
Kedua paragraph diatas memiliki makna yang sama, tetapi dalam pemilihan kata atau diksi, paragraph kedua lebih menarik bagi pembaca karena enak dibaca dan tidak membosankan.

Adapun beberapa macam macam hubungan makna antara lain :
1.   Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang terkandung sebuah kata secara objektif. Makna denotatif sering disebut makna konseptual. Misalnya, kata makan yang bermakna memasukkan sesuatu kedalam mulut, dikunyah dan ditelan. Sedangkan Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Kata makan pada makna konotatif berarti untung atau pukul. Makna konotatif selalu berubah dari zaman ke zaman. Contoh lainnya misalnya kamar kecil dapat bermakna konotatif jamban, sedangkan makna denotative adalah kamar yang kecil. 
2.   Makna Umum dan Makna Khusus
Kata umum adalah kata yang acuannya lebih luas. Kata khusus adalah kata yang acuannya lebih sempit atau khusus. Misalnya ikan termasuk kata umum, sedangkan kata khusus dari ikan adalah mujair, lele, gurami, gabus, koi. Contoh lainnya misalnya lele dapat menjadi kata umum, jika kata khususnya adalah lele lokal, lele dumbo.
3.   Kata Konkrit dan Kata Abstrak
Kata konkrit adalah kata yang acuannya dapat diserap oleh pancaindra. Misalnya meja, rumah, mobil, air, cantik, hangat, wangi, suara. Sedangkan kata abstrak adalah kata yang acuannya sulit diserap oleh pancaindra. Misalnya perdamaian, gagasan. Kegunaan kata astrak untuk mengungkapkan gagasan rumit. Kata abstrak dapat membedakan secara halus antara gagasan yang bersifat teknis dan khusus. Pemakaian kata abstrak yang banyak pada suatu karangan akan menjadikan karangan tersebut tidak jelas dalam menyampikan gagasan penulis.
4.   Sinonim
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama, tapi bentuknya berlainan. Kesinoniman kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan. Misalnya kata cermat dan cerdik yang keduanya bersinonim, tetapi keduanya tidaklah sama persis.
5.   Antonim
Merupakan ungkapan (berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna /ungkapan lain. Contoh: Kata bagus berantonim dengan kata buruk; kata besar berantonim dengan kata kecil.
6.   Polisemi
Adalah sebagai satuan bahasa (terutama kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. Contoh: Kata kepala bermakna ; bagian tubuh dari leher ke atas, seperti terdapat pada manusia dan hewan, bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan, seperti kepala susu, kepala meja,dan kepala kereta api, bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala, kepala paku dan kepala jarum dan Iain-lain.
7.   Hiponim
Adalah suatu kata yang yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain, sebagai ungkapan (berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. Contoh : kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan, sebab makna tongkol termasuk makna ikan.
8.   Hipernim
Merupakan suatu kata yang mencakup makna kata lain.
9.   Homonim
Merupakan kata-kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi namun berbeda arti.
10.Homofon
Merupakan kata-kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.
11.Homograf
Merupakan kata-kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi bunyi dan artinya berbeda.
12.Kata Ilmiah dan Kata Populer
Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Kata-kata ilmiah biasa digunakan oleh kaum pelajar dalam berkomunikasi maupun dalam tulisan-tulisan ilmiah seperti karya tulis ilmiah, laporan ilmiah, skripsi, tesis, desertasi. Selain itu digunakan pada acara-acara resmi. Kata popular adalah kata yang biasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari masyarakat umum. Berikut adalah beberapa contoh dari kata-kata tersebut :
Kata Ilmiah                                         Kata Popular
Final                                                    akhir
Diskriminasi                                         perbedaan perlakuan
Prediksi                                               ramalan
Kontradiksi                                          pertentangan
Format                                                ukuran


C. Pembentukan Kata
Terdapat dua cara dalam pembentukkan kata, yaitu dari luar dan dari dalam bahasa Indonesia. Pembentukkan dari dalam yaitu terbetuknya kata baru dengan dasar kata yang sudah ada, sedangkan dari luar melalui proses serapan.

1.  Kesalahan Pembentukkan dan Pemilihan Kata
Pada subbab ini akan disebutkan kesalahan dalam pembentukkan kata, yang sering ditemukkan dalam bahasa lisan maupun tulis :
a.    Penanggalan awalan meng-
b.    Penanggalan awalan ber-
c.    Peluluhan bunyi /c/
d.    Penyengauan kata dasar
e.    Bunyi /s/, /k/, /p/, dan /t/ yang tidak luluh
f.     Awalan ke- yang keliru pemakaian akhiran –ir
g.    Padanan yang tidak serasi
h.    Pemakaian kata depan di, ke, dari, bagi, pada, daripada, dan terhadap
i.     Penggunaan kesimpulan, keputusan, penalaran, dan pemukiman
j.     Penggunaan kata yang hemat
k.    Analogi
l.     Bentuk jamak dalam bahasa Indonesia

2. Definisi
Definisi adalah suatu pernyataan yang menerangkan pengertian suatu hal ataukonsep istilah tertentu. Dalam hal membuat definisi hal yang tidak boleh dilakukan adalah mengulang kata yang kita definisikan.
    Contoh definisi :
Majas personifikasi adalah kiasan yang menggambarkan binatang, tumbuhan dan benda-benda mati seakan hidup selayaknya manusia, seolah punya maksud, sifat,perasaan dan kegiatan seperti manusia. Definisi terdiri dari :
a.    Definisi nominalis
Definisi nominalis adalah menjelaskan sebuah kata dengan kata lain yang lebih umum dimengerti. Biasanya digunakan untuk membuka suatu pembicaraan atau diskusi.
b.   Definisi realis
Definisi realis adalah penjelasan tentang isi yang terkandung dalam sebuah istilah, bukan hanya menjelaskan tentang istilah. Definisi realis terbagi atas:
-      Definisi esensial, yaitu penjelasan dengan cara menguraikan perbedaan antara penjelasan dengancara menunjukkan bagian-bagian suatu benda (definisi analitik) dengan penjelasan dengan cara menunjukkan isi dari suatu term yang terdiri atas genus dan diferensia(definisi konotatif).
-      Definisi diskriptif, yaitu pejelasan dengan cara menunjukkan sifat-sifat khusus yang menyertai hal tersebut dengan penjelasan dengan cara menyatakan bagaimana suatu hal terjadi.

c.    Definisi praktis
Definisi praktis adalah penjelasan tentang suatu hal yang dijelaskan dari segi kegunaan atau tujuan. Definisi praktis terbagi atas tiga macam, yaitu :
-      Definisi operasional, yaitu penjelasan dengan cara menegaskan langkah-langkah pengujian serta menunjukkan bagaimana hasil yang dapat diamati.
-      Definisi fungsional, yaitu penjelasan sesuatu hal dengan cara menunjukkan kegunaan dan tujuannya.
-      Definisi persuasif, yaitu penjelasan dengan cara merumuskan suatu pernyataan yang dapat mempengaruhi orang lain, bersifat membujuk orang lain.
-      
3.     Kata Serapan
Kata serapan adalah kata yang diadopsi dari bahasa asing yang sesuai dari EYD. Kata serapan merupakan bagian perkembangan bahasa Indonesia. Kosa kata bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing. Bahasa-bahasa asing yang diserap kedalam bahasa Indonesia antara lain bahasa Sansekerta, Arab, Belanda, Inggris dan Tionghoa. Penyerapan kata kedalam bahasa Indonesia meliputi dua unsur, yaitu:
-      Keteraturan bahasa(analogi): dikatakan analogi jika kata tersebut memiliki bunyi yang sesuai antara ejaan dan pelafalannya.
-      Penyimpangan atau ketidakteraturan bahasa(anomali) : dikatakan anomali apabila kata tersebut tidak sesuai antara ejaan dan pelafalannya.


4.     Analogi
Karena analogi adalah keteraturan bahasa, tentu saja lebih banyak berkaitan dengan kaidah-kaidah bahasa, baik dalam bentuk fonologi, sistem ejaan, atau struktur bahasa. Beberapa kata yang sudah sesuai dengan sistem fonologi, baik melalui proses penyesuaian maupun tidak, misalnya:
       Bahasa Indonesia                                  Bahasa Aslinya
       aksi                                                       action(inggris)
       bait                                                       bait(arab)
       boling                                                    bowling(inggris)
       dansa                                                    dance(inggris)
       derajat                                                  darrajat(arab)
       ekologi                                                  ecology(inggris)
       fajar                                                     fajr(arab)
       insane                                                   insane(arab)

Menurut taraf integrasinya unsur pinjaman dari bahasa asing dapat dibagi dua golongan. Pertama unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Unsur pertama ini digunakan dalam bahasa Indonesia, tetapi penulisan dan pengucapannya masih mengikuti aturan bahasa asing. Unsur yang kedua kata pinjaman yang penulisan dan pengucapannya telah disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia.


5.    Anomali
       Perhatikan kata-kata berikut ini :
       Bahasa Indonesia                                Bahasa Aslinya
       bank                                                    bank(inggris)
       intern                                                  intern(inggris)
       qur’an                                                 qur’an(arab)
       jum’at                                                 jum’at(arab)

Beberapa kata diatas merupakan kata yang mengandung unsur anomali. Bila diamati lafal yang kita keluarkan dari mulut dengan ejaan yang tertera, tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yaitu bank=(nk), jum’at=(’). Sedangkan kata-kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia secara utuh tanpa mengalami perubahan penulisan memiliki kemungkinan untuk dibaca bagaimana aslinya, sehingga timbul anomali dan fonologi, seperti contoh berikut :
          Bahasa Indonesia                    Bahasa Aslinya
          expose                                       expose
          export                                       export
          exodus                                       exodus
Kadang-kadang kata tidak hanya satu morfem, ada juga yang terdiri dari dua morfem atau lebih, sehingga penyerapannya dilakukan secara utuh, misalnya :
          Bahasa Indonesia                        Bahasa Aslinya
          federalisme                                 federalism(inggris)
          bilingual                                      bilingual(inggris)
          dedikasi                                      dedication(inggris)
          edukasi                                       education(inggris)
          Anarki                                         kekacauan


Daftar Pustaka

Keraf, Gorys. 1985. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Diksi
http://disclamaboy.wordpress.com/2012/11/02/diksi-pengertian-dan-macam-macamnya/
http://astutimulefa.blogspot.com/2010/03/diksi.html
http://irpantips4u.blogspot.com/2011/10/makalah-diksi.html

Selasa, 15 Oktober 2013

MASA DEPAN

Berjalan ku terarah..
Hirup susana pagi bergumul tawa..
Menggenggam erat hati yang berbunga..
Ini semua begitu indah..
Kau kata penyejuk jiwa..
Kau angin sejuta warna..
Kau tenang dikala api membara..
dan pelita dikala kelam tiba..
Tak ada lagi mimpi mengaduk kata..
Tak ada lagi kebohongan dalam jiwa..
Hanya karna pergumulan anak-anak jelita..
Dengan pembahasan yang tak ada ujungnya..
Aku pergi dengan tujuan ku..
Aku beryanyi akan kuat ku..
Dan jangan kau hadir lagi..
Karna aku tak mengerti apa itu mimpi..

KARANGAN ILMIAH, SEMI ILMIAH dan NON ILMIAH

 1. Karangan Ilmiah
Menurut Brotowidjoyo, karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuanyang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).
Karangan Ilmiah atau yang sering disebut karya ilmiah adalah karangan yang dibuat berdasarkan cara yang sistematis dan memiliki ciri-ciri tertentu. Demikian juga karangan non ilmiah memiliki ciri khasnya tersendiri. Lalu bagaimana membedakan satu sama lainnya, di dalam tulisan ini akan dijelaskan bagaimana membedakan antara semua jenis karangan tersebut.
Hal-hal yang harus ada dalam karya ilmiah antara lain:

1.Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
2 Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.
3.Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4.Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5.Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
6.Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).

Ciri – Ciri Karya Ilmiah:
Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :

a. struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

b. komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

c. sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

d. penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Selain ciri-ciri diatas karangan ilmiah juga mempunyai ciri-ciri, antara lain:
·         Kejelasan. Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.
·         Kelogisan. Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
·         Kelugasan. Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
·         Keobjektifan. Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
·         Keseksamaan. Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya.
·         Kesistematisan. Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan.
·         Ketuntasan. Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.
Macam – macam karangan ilmiah:
Ada berbagai macam karangan ilmiah, berikut diantaranya :

·         Laporan penelitian. Laporan yang ditulis berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang dibiayai oleh Departemen Kebudayaan, dsb.
·         Skripsi. Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (Si).
·         Tesis. Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.
·         Disertasi. Tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.
·         Surat pembaca. Surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.
·         Laporan kasus. Tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.

2. Karangan Semi Ilmiah

Karangan semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak semi-formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.

Ciri-ciri karangan semi ilmiah atau ilmiah popular, yaitu :
·         Ditulis berdasarkan fakta pribadi;
·         Fakta yang disimpulkan subjektif;
·         Gaya bahasa formal dan popular;
·         Mementingkan diri penulis;
·         Melebih-lebihkan sesuatu;
·         Usulan-usulan bersifat argumentative; dan Bersifat persuasive.

Jenis karangan semi ilmiah yaitu artikel, editorial, opini, tips, reportase, dan resensi buku. Resensi buku adalah bentuk konbinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku.




3. Karangan Non Ilmiah

Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Ciri-ciri Karya Tulis Non-Ilmiah:

·         Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
·         Fakta yang disimpulkan subyektif.
·         Gaya bahasa konotatif dan populer.
·         Tidak memuat hipotesis.
·         Penyajian dibarengi dengan sejarah.
·         Bersifat imajinatif.
·         Situasi didramatisir.
·         Bersifat persuasif.
·         Tanpa dukungan bukti.

Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.
Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah:

Istilah karya ilmiah dan non ilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri. Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel,  feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat (1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative, (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

ARTIKEL KARYA ILMIAH


Judul :                                   PENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR
MELALUI
CLASSROOM READING PROGRAM

Membaca adalah hal yang sangat penting dalam memajukan setiap pribadi manusia maupun suatu bangsa. Dengan membaca, kita dapat memperluas wawasan dan mengetahui dunia. Namun sebuah persoalan membaca yang selalu mengemuka, terutama di kalangan pelajar, adalah bagaimana cara menimbulkan minat dan kebiasaan membaca.

Dari hasil study dokumentasi analisis penilaian 5 mata pelajaran ( PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan IPS) khususnya untuk soal – soal uraian yang memerlukan pemahaman, lebih dari 50 % siswa kelas VI mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari study dokumentasi analisa hasil penilaian pada kegiatan latihan ulangan tengah semester diperoleh data tingkat kebenaran menjawab soal – soal pilihan ganda, isian singkat dan uraian, diperoleh perbadingan sebagai berikut ; 1) Mata Pelajaran PKn,  67%, 30% dan 20% ; 2) Bahasa Indoensia, 70%, 40%  dan 40% ; 3) Matematika, 62%, 40% dan 20% ; 4) Ilmu Pengetahuan Alam, 80%, 50%, dan 40% ; 5) Ilmu Pengetahuan Sosial, 72%, 50% dan 40%.

Faktor Penyebabnya adalah.Keterampilan membaca untuk memahami bentuk-bentuk tertulis merupakan hal yang mendasar dan sangat diperlukan siswa dalam kegiatan belajarnya. Kemampuan ini tidak hanya untuk mempelajari mata pelajaran yang bersifat eksak, mata pelajaran noneksak pun sangat memerlukannya.  Mata pelajaran noneksak pada umumnya disajikan secara ekspositoris dan panjang-panjang.
Bila siswa tidak mampu memahaminya secara baik, maka materi yang disajikan terasa berat dan efek lebih jauh muncul perasaan bosan untuk mempelajari materi-materi pelajaran. Minat baca siswa cenderung menurun, kegiatan membaca tidak variatif, tidak ada tindak lanjut atau hanya asal membaca, ruang baca/ perpustakaan terpisah dengan ruang kelas, buku yang tersedia tebal dan miskin ilustrasi.

Dampak Negatif Rendahnya Minat Membaca pada Siswa.

                Lemahnya tingkat kemampuan membaca pemahaman siswa merupakan kendala untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, apalagi bila metode pembelajaran yang diterapkan guru kurang tepat, hal ini akan membuat nilai hasil belajar siswa semakin terpuruk berada jauh di bawah batas ketuntasan. Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan membaca pemahaman para siswa di sekolah dasar perlu mendapatkan perhatian serius. Salah satu cara agar siswa memiliki kemampuan membaca tinggi maka kebiasaan membaca perlu ditingkatkan. Siswa dapat meningkat kemampuannya jika minat membaca tumbuh dan berkembang pada diri siswa. Penulis memaparkan kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat membaca melalui program membaca di kelas (Classroom Reading Program)
             
Strategi Tiga Langkah Menerapkan Program Membaca di Kelas
             
                Menurut kamus Bahasa Inggris Drs Sandy Putra mengartikan istilah  Classroom berarti ruang kelas atau ruang belajar di suatu sekolah, kata Raeading berarti membaca dan Program berarti rencana atau daftar kegiatan,  jika digabungkan tiga kata tersebut menjadi Classroom Reading Program yang berarti Program Membaca di Kelas. Pada program ini Classroom Reading Program diartikan program membaca di kelas.
Classroom Reading Program  adalah sebuah program untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca pada siswa sekolah dasar. Classroom Reading Program  pertama dikenalkan di Indonesia pada awal tahun 2010 melaui Program membaca di kelas oleh DBE 2 USAID. Di Indonesia program ini disebut  “ Program Membaca di Kelas.” (modul Classroom Reading Program, 2010).
Dalam menjalankan kegiatan Classroom Reading Program  memiliki tiga langkah yang disebut (Three steps to implement a program to read in class ) yaitu :
1)      Mengenalkan buku, kegiatan bisa dilakukan guru dengan melibatkan siswa mengenal, memanfaatkan, merawat dan menentukan aturan – aturan penggunaan buku – buku di dalam kelas.
2)      Mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan/ buku – buku bacaan yang tersedia di dalam kelas. Penggunaan buku tidak terpancang pada buku materi pelajaran tetapi buku – buku bacaan yang sudah dikelompokan ke dalam mata pelajaran .
3)      Menciptakan kegiatan membaca yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa.

ARTIKEL KARYA SEMI ILMIAH

Judul : Agar Engkau Bahagia wahai Wanita

Kepada setiap muslimah yang rela Allah swt sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai Rasulnya.

Kepada setiap pendidik yang berjihad di jalan Allah dengan untaian kalimahnya, menjaga norma-norma nya dan menyucikan jiwanya.

Kepada wanita yang bimbang dan bersedih, berbahagialah dengan dekatnya kemudahan, datangnya pertolongan Allah swt serta janji pahala yang besar dan terhapus segala dosa.

Tidak ada kecantikan bagi seorang wanita, tiada pula keindahan, harga diri dan kedudukankecuali beriman kepada Allah swt. Apabila dirinya tegak di atas jalan ini, maka dia lah wanita yang mendapat petunjuk, diterima amalnya dan menjadi wanita pilihan disisi RabbNya.

Namun, jika dia melepaskan jalan kebenaran tersebut,kafir terhadap Tuhannya, mengingkari agamanya dan melepaskan tuntutanNya, maka dia lah cermin kepada wanita yang murahan, hina dan terbuang.

Pada saat itulah sinar kecantikan seorang wanita mula menghilang, walau berkalung gugusan bintang di langit, meskipun bermahkota bintang gemini dan matahari terbit di keningnya.

Wahai wanita muslimah yang jujur, wahai wanita mu'minah yang selalu kembali kepada Allah.

Jadikanlah dirimu itu seperti sepohon kurma. Jauh dari keburukan, menjulang tinggi menghindar dari sifat mengangau. Dilempar dengan batu dia menjatuhkan buahnya, tetap hijau pada musim panas mahupun dingin dan memberikan manfaat kepada sekalian manusia.

Jadilah engkau orang yang menjauhi perkara-perkara yang rendah, keperibadianmu terjaga dari segala pola hidup yang menipu rasa malu. Ucapanmu adalah zikir, pandanganmu melahirkan ibrah, diammu adalah berfikir.

Saat itulah engkau mendapatkan ketenangan dan akan diterima oleh penduduk bumi. Tercurah segala pujian yang baik-baik, doa yang jujur dari semua makhluk, dan Allah swt akan menjauhkanmu dari awan kesempitan, bayang-bayang ketakutan, dan gumpalan kekeruhan.

Tidurlah berbantalkan curahan doa orang-orang mu'min, lalu bangunlah untuk meraih pujian yang ditujukan kepadamu. Saat itulah engkau mula menyedari bahawa kebahagiaan bukan terdapat pada simpanan harta, kad kredit dan kereta, rumah yang bagaikan istana, mahupun pada kasih nya seorang manusia, namun pada ketaatan terhadap Zat Yang Maha Terpuji. Kedamaian hidup bukan pada hiasan keduniaan, bukan pula mengabdi kepada hamba, namun kepada kepatuhan terhadap Zat Yang Maha Mulia.

Pesanku, jadilah seorang wanita yang bermaruah, yang punya kedudukan tinggi di sisi Tuhannya. Di mana namanya sentiasa disebut-sebut dalam kalangan para malaikat, dan yang berjaya memperoleh cinta yang Teragung, iaitu cintanya Ya Rabb lantas menjadi wanita yang paling bahagia di dunia.

ARTIKEL NON ILMIAH

Judul :Mengukir Cinta Di Atas Air

                “Sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa membenci dirimu sesungguhnya aku tak mampu...”. Terdengar suara merdu dari mulut Chilla sembari menangis meratapi kesedihan dihatinya.“Tak kuat ku menahanmu mempertahankan cintaku, namun kau begitu saja tak pernah merindu...” Lanjutnya sambil menghisap habis cairan yang ada dihidungnya dan memetik keras senar gitar yang sedang digenggamnya “gonjreeeng...”. Chilla pun berdiri tegak dan melepas semua rasa penatnya dengan olahraga kecil, seperti lari ditempat dan sedikit memutar balikan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Lalu berteriaklah Chilla sekencang-kencangnya, kebetulan dirumah memang sedang tidak ada siapapun. “Aaaarrrggghhh...Benci aku benci benci benci... Chilla benci Chicko!!!”. Dan Chilla pun menangis sambil memeluk erat guling kesayangannya. Karena terlalu lama menangis, Chilla pun tertidur hingga ia bermimpi.

~ Didalam Mimpi ~
Sangat terlihat jelas rambutnya yang hitam legam, matanya yang sipit dan pandangan mata tajamnya menyorot ke arah Chilla, siapa dia? Ya, dia adalah Chicko. Chicko kemudian mendekati Chilla yang sedang asyik memainkan rambutnya. Ketika Chilla akan beranjak dari pijakannya dan berjalan ke arah dapur, Chicko mengikutinya. Chilla benar-benar merasakan bahwa Chicko memang sedang berada didekatnya dan akan menyatakan cinta untuknya. Namun, sekejap bayang Chicko berubah menjadi orang asing. Wajahnya terlihat bukan seperti Chicko lagi, kulitnya mengelupas hingga tergambarlah sosok pria tak berkulit. Tengkorak putih yang mempunyai mata yang merah dan tengkorak itu menatap dalam wajah Chilla. Chilla merasa takut kalau-kalau akan terjadi sesuatu yang buruk menimpanya. Di alam bawah sadarnya, Chilla merasa bahwa tengkorak itu adalah jelmaan dari Chicko yang akan membunuh habis Chilla karena selalu saja mencoba mendapatkan cintanya. Chilla mulai resah karena tengkorak itu semakin medekatinya. Dan.. byaaar.... semuanya usai. Chilla pun terbangun karena takutnya yang teramat.

Chilla pun melamun dan mencoba menerka-nerka, memaknai apa maksud dari mimpi yang tadi ia impikan. Apa maksud dari semua itu? Apakah karena dia tak membaca do’a dahulu sebelum tidur? Atau karena tak menerima keadaan yang ada kalau toh Chicko memang tak pernah bisa untuk menerima semua kasih sayang dan cinta yang tulus dari Chilla. Chilla pun menuliskan apa yang baru saja dia alami ketika tidur dan mengirimkan cerita tersebut kepada teman dekatnya melalui SMS(Short Message Sending).
“Ran, tadi aku mimpi sesuatu yang mengerikan.” Kata Chilla kepada Ranti lewat sms.
“Mimpi apaan?” Jawab Ranti.
“Chicko berubah jadi tengkorak dan dia mau membunuh aku.” Jawab Chilla lagi.
“Masa sih? Ah, gak usah terlalu dipikirin. Itu kan hanya bunga tidur!” Jawab Ranti.
“Tapi ini semua membuat aku berpikir dan membenarkan apa yang aku pikirkan.”
“Apa yang kamu pikirkan?”
“Mungkin memang ini peringatan dari Tuhan untukku, karena aku mungkin terlalu dalam mencintai makhluk-Nya.”
“Ya mungkin bisa jadi itu!”
“Hmm...”
Keduanya terdiam, tanda bahwa sms sudah diakhiri. Chilla kembali terdiam, dia seakan-akan lupa bahwa dirinya sedang mengidap penyakit hati karena melihat Chicko yang sedang asyik makan berdua dengan mesranya dengan sahabat Chilla sendiri. Padahal Chicko mengetahui bahwa Chilla menyimpan rasa kagum terhadap dirinya. Tapi, entahlah.

Chilla masih terdiam, saat itu arah jarum jam berhenti tepat pada angka 8 dan 12, artinya waktu menunjukan pukul delapan malam. Chilla sepertinya masih merasakan shockmatic akibat mimpi tadi sore. Chilla resah tak bisa tidur. Berulang kali bola matanya mencari keberadaan sosok Chicko, dia takut kalau-kalau Chicko berubah lagi menjadi tengkorak yang mengerikan seperti yang dia lihat didalam mimpinya. Tapi tak ada apapun yang Chilla lihat. Chilla pun mengangkatkan kakinya dan membaringkan tubuhnya diatas kasur, menarik selimutnya hingga menutupi tubuhnya hingga ke dada dan mendekap hangat guling kesayangannya.

Chilla pun berkomat-kamit membaca mantra “Bismikaallahumaahyawaamuut”. Chilla pun tertidur lelap. Tak bermimpi apapun, tapi dia mendengar suara-suara yang berhembus, suara itu nyaring seperti suara Chicko yangb sedang memanggil menyebut namanya. Chilla mendekap erat gulingnya lebih erat lagi, menandakan dia sedang ketakutan.

“Chilla... Jangan kejar aku lagi.. Chilla, lepaskan aku....” Suara itu menghilang seketika. Chilla terbangunkan lagi. Degupan jantungnya kencang tak beraturan, Chilla resah. Bola mata Chilla terus menerawang ke langit-langit kamarnya, ke sudut lemari, ke kolong kasurnya dan ke setiap penjuru di rumahnya. “Ini nampak seperti teror!” Gumamnya dalam hati. Chilla melihat ke arah jam dinding yang berada di atas lemari baju, waktu tepat menunjukan pukul dua pagi. “Aku tak bisa tidur lagi, gimana ini?” Pikirnya meresah. Lalu, Chilla mencari berbagai macam buku di dalam lemari belajarnya, dia mencari berbagai macam buku yang bisa membuatnya tenang dan lupa dengan semua ketakutannya. Ini dia.. Al-Qur’an pun dia genggam, berharap bahwa buku kecil itu dapat menenangkannya.

Tak sengaja Chilla pun membaca satu buah ayat yang berbunyi, “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sungguh, bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku (saja).”[1] Chilla terdiam, sambil menutup bibirnya yang menganga karena terkaget ketika membaca ayat itu. Aku seperti memuja Chicko.. Astaghfirullah... pikirnya. Kemudian Chilla membaca lagi dan membuka lembaran-lembaran berikutnya, dan dengan ekspresi wajah yang sama. Chilla menangis ketika membaca “Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.”Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”[2]

Sejam berlalu, air matanya masih saja terus mengalir mengingat segala dosa yang telah Chilla lakukan. Sekejap bayangan Chicko menghilang, musnah entah kemana. Mungkin terbawa aliran air mata Chilla yang menetes sejak sejam yang lalu, meresap kedalam pori-pori kulit kain sarung bantalnya. Chilla termenung. Dia heran, mengapa Chilla harus merasakan cinta yang sebegininya. Tak bisa memiliki, padahal cinta itu amatlah suci. Mengapa harus disakiti? Chilla menghapus air matanya dan pergi ke toilet. Di dalam toilet, Chilla memandang wajahnya yang begitu pucat dan sembab. Matanya yang bengkak karena terlalu lama menangis, “seperti mayat hidup!” Tukasnya. Dia mencoba meraih keran yang menempel di dinding westafel, air itu mengucur dan di basuhnya wajah Chilla dengan air yang bening itu. “Air itu bisa aku rasakan, bisa aku sentuh, tapi setiap aku ingin mengukir sesuatu di atasnya aku tak mampu. Aku senang melihat butiran-butiran kristal air ketika aku mencipratkan air itu ke atas udara dan jatuh ke permukaan lantai. Pecah, air itu pecah dan musnah. Ini semua bagaikan cintaku yang ku coba ukir di hatimu. Semua tidak membekas dan tidak bisa aku miliki. Dalam tubuh ini terdapat milyaran air, bahkan darah yang mengalir pun berupa air. Apakah cinta itu abstrak? Dia mengalir di tubuh ini, apakah cinta itu benar-benar terukir di atas air? Darah yang mengalir ini bukan karena cintaku atau cintanya, tapi karena Allah Sang Maha Cinta yang mengalirkannya untukku... Jadi? Bisakah aku mengukir cintaku di atas air yang aku lihat saat ini?” Gumamnya.

Chilla tersadar, bahwa cintanya kepada Chicko memang berlebihan. Untuk saat ini Chilla janji kepada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah lagi memaksakan diri dan akan menerima segala apapun yang telah dimilikinya dengan rasa syukur.

~ Dua Tahun Kemudian ~
Chilla meneruskan kuliahnya di Kairo, Mesir. Sedangkan Chicko sepertinya sudah menjadi pengusaha sukses di Indonesia. Chilla sedang belajar menjadi seorang penulis, dan memang sudah ada dua buah buku yang Chilla terbitkan sendiri. Saat itu, Chilla sedang berkunjung ke pameran buku di daerah Bandung, Landmark braga. Ketika Chilla sedang asyik membaca sinopsis setiap buku yang dia pilih, terdengar bunyi langkahan kaki yang semakin dekat menghampiri Chilla. Chilla sangat sensitif jika mendengar suara-suara yang menyeramkan seperti itu, kemudian Chilla membalikan badannya dan mencari dimana suara sepatu itu. Dan ketika berbalik lagi ke arah semula.
“Hai Chilla...” Sapa seorang lelaki berbaju putih mengenakan jaket hijau army dengan gaya rambut yang modern dan populer saat ini. Cool abis! Siapa dia?
“Eh.. Kaa..Kamu..?” Ucapannya terhenti ketika pria itu mengeluarkan kotak merah berbentuk hati yang di dalamnya terdapat cincin permata kepadanya.
“Iya.. Aku. Apa kabarnya kamu Chilla?” Tanya pria itu.
“Aaa..Aku..Apa ini?” Tanya Chilla heran.
“Kamu gak tau? Ini cincin..” Jawabnya dengan penuh senyum.
“Iya aku tau ini cincin, tapi untuk apa?” Tanya Chilla dengan nada tinggi.
“Would you to be my girl? Marry with me?” Tanyanya serius dengan pandangan yang begitu dalam dan tajam.
“Serius? Kok bisa?” Chilla panik. “Kamu gak lagi mau berusaha membunuh aku kan?” Lanjutnya sambil menjauhkan kotak itu dari hadapannya.
“Aku serius Chilla! I really really seurious.. Please...” Ucapnya memelas.
“Aku bener-bener gak ngerti Chicko, aku gak ngerti sama sikap kamu!” Tukas Chilla.
“Setiap orang itu bisa berubah Chilla, dan aku sudah berubah. Aku ingin menjadi bagian dari hidupmu. Hiduplah bersamaku, mendampingiku!”
“Kamu menjadikan aku sebagai pelarian hidupmu? Begitu?” Jawabku dengan nada membentak.
“Tidak! Aku benar-benar ingin membalas cintamu saat ini.” Jawab Chicko mencoba meyakinkan.
“Semuanya sudah berubah Chicko, aku berubah. Aku tak sama seperti dulu lagi.”
“Kenapa?”
“Karena aku sudah memiliki calon suami dan minggu depan kita akan menikah.” Jawab Chilla dan langsung saja Chilla pergi menjauh dari Chicko.

Chicko tidak diam, dia mengejar Chilla dan menarik tangan Chilla supaya Chilla tetap tinggal dan merubah semua pikirannya dan mau menerima cinta Chicko.
“Plaaaak...” Chilla layangkan tangannya dan didaratkan ke pipi kiri Chicko. “Kamu tau? Aku bukan benda yang seenaknya bisa kamu miliki dengan mudahnya! Kamu tau? Aku seorang wanita yang dulu pernah kamu sakiti! Kamu tau? 3 tahun lamanya aku mencoba melupakanmu dan sekarang kamu mau aku nerima kamu?”
“Kalau begitu kamu belum berubah Chilla..”
“Aku berubah!”
“Kamu masih menyimpan rasa sakit di beberapa tahun yang lalu, itu karena dalamnya cintamu terhadapku. Dan kamu belum bisa menerima kenyataan di hari ini. Dulu pun kamu masih sama, masih belum bisa menerima kenyataan yang terjadi...” Chicko berhenti berbicara karena Chilla memotong pembicaraannya.
“Cukup Chicko! Aku gak bisa... Masih ada wanita yang lebih baik dan pantas untukmu.” Jawab Chilla.
“Yasudah, aku gak akan maksa kamu.. Pergilah..” Jawab Chicko yang mencoba merelakan.
Uhibbuka fillah akhi..Cinta ini belum saatnya, aku masih kuliah dan kamu pun masih harus bekerja. Jika memang kamu adalah pemilik dari tulang rusukku, aku yakin kamu akan kembali dan memintaku lagi...

And the last story of Chilla’s life. Chicko menikah dengan Tanti adik sepupu Chilla, dan Chilla menikah dengan seorang ikhwan dari Kairo, yang merupakan teman sekampusnya. Dan Chilla hidup berbahagia dengan suaminya saat ini.

Cinta mengajarkan bagaimana indah dan pahitnya kehidupan, mengajarkan bagaimana dan apa peranan yang paling utama bagi manusia sealam raya. Cinta juga yang mengajarkan bagaimana caranya untuk hidup berbahagia dengan cinta yang dimiliki. Cinta yang semu bagaikan cinta yang terlukis di atas air, dan bagaikan kita bermimpi di siang bolong atau di larut malam yang tak pernah bisa kita miliki keindahannya. Seperti terbangunkan dari kematian ketika di bangkitkan. Semua hanyalah bayangan yang tak kan pernah benar-benar bisa dimiliki. Cinta yang sejati tak akan mungkin mengeluarkan kata-kata yang membuat terpesona, jikalau begitu itu hanyalah ujian keimanan semata. Cinta yang hakiki adalah cinta kepada Illahi.

Kini, cintaku bermuara di dalam air yang terwadahi. Cinta yang aku genggam, dan aku rawat dalam naungan cinta Illahi. Ijab kabul di hari itu membuat segalanya menjadi indah. Bukan lagi di atas air, namun air itu adalah cintanya.
Terimakasih Allah atas segala cinta dari-Mu..

Wacana yang Memperhatikan EYD

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syarif Hasan mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menangani kasus dugaan korupsi pembanguanan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Syarif menyesalkan kerja KPK yang belum juga memastikan ada tidaknya keterlibatan kader Demokrat dalam perkara itu.
"Itu kita sesalkan. Seharusnya klarifikasi lebih cepat kan. Kita harapkan sih dalam waktu tidak lama ada kepastian," kata Syarif di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Syarif mengaku prihatin dengan terus turunnya elektabilitas Partai Demokrat berdasarkan hasil jajak pendapat berbagai lembaga survei. Meski demikian, kata dia, hasil survei itu menjadi masukan partai untuk perbaikan menjelang Pemilu 2014 .
"Artinya kita harus lebih keras lagi bekerja. Kalau tadinya 100 persen, ke depan kalau bisa 200 persen energi harus lebih banyak kerja," kata Menteri Koperasi dan UKM itu.
Syarif mengakui bahwa terjeratnya para kader Demokrat terkait kasus korupsi terjadi lantaran adanya kesalahan masa lalu. Partai dapat menerima siapapun untuk bergabung tanpa melakukan proses seleksi yang ketat.

"Ini kan fenomena kalau partai baru banyak yang tertarik. Dulu itu kan semua pada melirik Demokrat. Siapa aja yang mau bergabung kita terima. Mungkin karena sedikit kurang selektif jadi bermasalah," pungkas Syarif.

Seperti diberitakan,Ketua KPK Abraham Samad menyebut akan ada hal yang mengejutkan dalam perkara Hambalang. Namun, Abraham tidak secara spesifik menyebut apa kejutan yang diungkapkan KPK. Dia hanya memberi sinyal bahwa apa yang ada di pikiran banyak orang soal kasus Hambalang bakal terjadi.

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum disebut-sebut terlibat dalam perkara itu. Dalam beberapa kesempatan Anas selalu membantah terlibat korupsi dalam proyek Hambalang. Bahkan,Anas bersedia digantung bila nantinya terbukti melakukan korupsi dalam proyek Hambalang meski hanya satu rupiah




http://chetarmembaha.blogspot.com/2012/12/pengertian-jenis-dan-ciri-karya-tulis.html
http://bungamahasiswa.blogspot.com/2012/11/pengertian-karangan-ilmiah.html
http://ahmadsarjita.blogspot.com/2012_07_01_archive.html
http://itsmehaykel.blogspot.com/2012/11/wacana-yang-memperhatikan-eyd.html